Triks teknik Pouring

14 05 2009

Kita bisa menjudge professionalisme/kemampuan/kemahiran seorang bartender dari banyak hal; seperti kelezatan minuman kreasinya, keluasan knowledges dia tentang cocktail ataupun spirits,atau cara dia memainkan botol/alat lain dibar. Namun ada satu hal yang kelihatannya sederhana tapi dari situ kita bisa melihat kemahiran/kemampuannya bekerja dibelakang bar, yaitu dari pouring style, cara dia menuangkan minuman dari botol ke mixing glass atau ke serving glass.
Ada dua pouring style/cara menuang minuman yang biasa dipake dibar, yaitu measure pouring dan free pouring.

Measure pouring – teknik menuangkan minuman dengan bantuan alat ukur yaitu jigger. Dengan alat ini kita bisa dapatkan kuantity yang sesuai dengan yang kita inginkan.Banyak dipakai oleh amateur bartender dalam kerjanya. Tapi jangan salah, dalam kondisi tertentu kita harus memakai jigger untuk memastikan kuantitiy spirits yang kita tuang. Seperti halnya dalam membuat Martini, Manhattan, atau gibson kita masih memerlukan kehadiran alat bantu itu.

Freepouring – teknik menuangkan minuman tanpa bantuan alat ukur seperti jigger, suatu teknik yang menuntut kelihaian bartender dalam memperkirakan/menuangkan spirit dari botol ke mixing glass atau serving glass, suatu teknik yang memerlukan kesabaran dan keakurasian berlatih. Freepouring adalah basic move dalam working flair, sebuah kombinasi antara praktik membuat minuman dengan bumbu keindahan dalam memainkan botol ,shaker atau alat lain dibalik bar sebelum akhirnya menuangkan nya kedalam serving glass. Free pouring adalah cara tercepat dalam menuangkan minuman.

Tidak ada formulasi khusus dalam free pouring, setiap bartender mungkin punya teknik penghitungan sendiri dalam menghitung kecepatan tuang isi cairan dari dalam botol,tapi kita mungkin bisa memulainya dengan teknik “Bubble Count” . Sebagai perbandingannya adalah kalo 1 ounce =30 ml, ¼ =7,5 ml,1/2 =15 ml, dan ¾ =22,5 ml jadi 30 ml /1 ounce kita bagi 4 bagian masing masing 7,5 ml. maka kita bisa perbandingkan 30 ml dengan menghitung: bubble,2,3,4.
Bubble = ¼ ounce atau 7,5 ml
Bubble 2 = ½ ounce atau 15 ml
Bubble 2,3 = ¾ ounce atau 22,5 ml
Bubble 2,3,4 =1 ounce atau 30 ml
Bubble 2,3,4,1= 1 ¼ ounces
Bubble 2,3,4,1,2 = 1 ½ ounces
Bubble 2,3,4,1,2,3 = 1 ¾ ounces
Bubble 2,3,4,1,2,3,4 = 2 ounces dan seterusnya
Untuk bisa mendapatkan akurasi dalam menuangkan cairan dengan memakai teknik ini memang agak sulit dan diperlukan latihan yang rutin dan panjang .

Tetapi ada kesamaan tertentu dari kedua teknik pouring yang berbeda itu yang tidak boleh diabaikan :
– Selalu menggunakan pour spouts yang sesuai dangan ukuran botol, ini akan menambah kecepatan dan kepercayaan diri kita dalam menuang spirit tanpa harus kuatir akan tumpah.
– Selalu menuangkan minuman dengan label menghadap ke customer.
– Tuangkan minuman langsung didepan customer.
– Pastikan semua pourspouts menghadap sisi yang sama agar kelihatan rapi.
– Selalu tuang dengan posisi botol vertikal/180 derajat agar cairan yang keluar dari botol tidak tersendat sendat.
– Selalu tuangkan cairan langsung diatas gelas mixing.

Ngga ada manusia yang sempurna, ya ngga? tumpah dikit waktu nuang pada awalnya masih wajar! tapi jadi ngga wajar kalo keseringan juga kan? so, latihan..latihan…and latihan

By Tarjoe,
May 14,2009


Actions

Information

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: