Tragedy Minuman Oplosan Bali

1 06 2009

Pagi itu gue baru saja bangun tidur, mata ini masih berat buat dibuka…setelah semalaman dihajar ma ramainya pengunjung dibar tempat gue bekerja. Namun kantuk itu tiba-tiba hilang manakala samar gue mendengar berita di TV yang ditonton oleh teman sekamar kalo di Bali minuman keras kembali menelan korban nyawa! Sungguh ironis untuk sebuah resort island bertaraf dunia seperti Bali, dimana Bar, night club bertebaran disetiap sudut kota . pemahaman masyrakat sekitarnya terhadap bahaya penyalah gunaan alcohol ataupun minuman keras masih kurang kalau ngga mau dibilang nol.

Seperti diberitakan, korban tewas setelah menenggak minuman keras atau minuman beralkohol yang dicampur dengan spiritus! Entah mendapat idea atau saran dari mana sehingga mereka berani berexperiment dengan nyawanya sendiri. Sungguh suatu keberanian yang konyol. Tidak berhenti disitu, ditengarai juga bahwa minuman keras produksi local itu juga diragukan kualitasnya dan tidak menyertakan legalitas ijin dari pemerintah.

Kalau ditelisik lebih dalam lagi, gue liat ada 2 kesalahan fatal yang telah mereka lakukan. Pertama, mereka menenggak minuman local yang berkualitas rendah! Sebuah keputusan berani dengan menghargai hidup kita yang mahal ini dengan sebotol minuman dengan harga yang murah. Kedua, Menambahkan spiritus kedalam minuman mereka. Mungkin dengan harapan hasil pencampuran itu akan menghasilkan minuman yang lebih nendang…

Sebagai pengasuh barklinik gue sangat menyayangkan kecerobohan mereka itu. Kalau kita ulas balik tentang proses pembuatan minuman beralkohol, dimulai dari proses fermentasi dengan bantuan yeast yang mengubah kandungan gula menjadi alcohol. Ada 2 kategori alkohol yang dihasilkan ethyl ( Aman untuk dikonsumsi ) & methyl ( Berbahaya untuk dikonsumsi). Untuk bisa disebut spirit ( Vodka, Whisky, tequila, atau rum) ada kriteria tertentu yang mengatur level kandungan alkohol dalam suatu minuman. Dan proses dilanjutkan ke step destilasi, suatu proses pemanasan/pencapaian titik didih dari alcohol (212 derajat fahrenheit) yang sebelumnya menyatu dalam kandungan cairan hasil fermentasi. Pada boiling point yang tersebut diatas, ethylakan menguap dan diarahkan kesuatu ruangan yang dengan suhu yang rendah sehingga ethyl akan turun dan mengembun sementara methyl masih tersisa pada ruang semula hingga sampai pada titik boil methyl.

Untuk bisa menghasilkan minuman yang aman dikonsumsi membutuhkan proses yang panjang dan melewai pengawasan yang ketat. Sementara ada saja orang yang memakai jalan pintas hanya karena tergiur oleh peluang bisnis trus mencampurkan alcohol murni kedalam minuman dan mengemas dalam botol untuk kemudian dilepas kepasar. Dan ini akan sangat berbahaya karena ada kaidah-kaidah tertentu yang dilewatkan.

Bodohnya lagi, kalo dalam proses destilasi kita repot-repot memisahkan ethyl & methyl karena kita tau bahwa methyl adalah jenis alcohol yang tidal bisa dikonsumsi alias berbahaya eee…ini malah menambahkan spiritus yang notobene mengandung methyl kedalam minumannya.

Berikut ini beberapa saran sebelum anda mengkonsumsi minuman beralkohol:
 Pastikan kita termasuk dalam golongan orang dengan usia yang aman mengkonsumsi alcohol. Seperti 21 tahun keatas.
 Pilihlah tempat menjual minuman yang berijin. Seperti Bar, Night Cllub, restaurant, dll.
 Pilihlah minuman yang mempunyai ijin dari Depkes atau keluaran dari perusahaan yang sudah dikenal. Seperti Balimoon, Bacardi, Jack daniels, dll
 Minumlah sewajarnya! Atau dalam batar-batas normal dan bertanggung jawab.
 Janganlah berexperiment dengan bahan-bahan yang membahayakan. Kalau anda tidak mempunyai kemampuan untuk itu. C onthnya mencampur minuman dengan drug,atau obat-obatan terlarang, spiritus, dll.
 Mintalah saran atau konsultasi dengan bartender untuk berexperiment dengan minuman. Karena merekalah ahlinya.
 Hindarilah mengemudikan kendaraan sendiri bila anda sedang mabok,
Semoga informasi diatas bisa sedikit membantu memberikan gambaran kepada masyarakat bahwa tujuan dari minum-minuman beralkohol adalah untuk mendapatkan efek kesenangan, relaksasi dll bukannya mengukur batas kekuatan tubuh kita dengan mempertaruhkan nyawa.

By Tarjoe,

June 01, 2009


Actions

Information

One response

7 06 2009
kamal

Yaa ironis memang melihat kenyataan itu!tapi ya itulah kapasitas pemahaman masyarakat kita tentang alkohol…so dengan hadirnya barklinik ini semoga bisa membuka wawasan kita tentang alkohol ya ngga?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: